ja_mageia

Home Profile Sejarah Keuskupan Bogor
Sejarah Keuskupan Bogor PDF Cetak Surel
A r t i k e l - Umum
Ditulis oleh Administrator   
Minggu, 27 April 2008 07:00

 

Keuskupan Bogor terletak di bagian barat Pulau Jawa. Sampai dengan tahun 2000, seluruh wilayah Keuskupan Bogor termasuk dalam wilayah Propinsi Jawa Barat. Namun sejak bulan Oktober 2000, wilayah eks Karasidenan Banten menjadi sebuah propinsi tersendiri yang terpisah dari Jawa Barat.

Wilayah Keuskupan Bogor kini meliputi: (1) tiga Kabupaten (Bogor, Cianjur, Sukabumi) dan tiga Kotamadya (Bogor, Sukabumi, Depok) di Propinsi Jawa Barat, serta (2) tiga Kabupaten (Serang, Lebak, Pandeglang) dan dua Kotamadya (Serang, Cilegon) di Propinsi Banten. Luas Keuskupan Bogor adalah 18.368,92 km2, dengan total penduduk sekitar 14 juta jiwa. Sebagian besar penduduknya adalah Suku Sunda (termasuk Banten dan Badui). Selain itu masih ada pendatang dari luar, seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan lain-lain. Badui merupakan suku asli yang masih dengan setia mempertahankan adat-istiadat nenek moyang dan sangat ekslusif. Suku Tionghoa kebanyakan terdapat di kota-kota. Menurut data statistik terakhir, jumlah orang Katolik yang tinggal di Propinsi Banten ada 6.410 jiwa. Di Kabupaten/Kodya Sukabumi 5.348 jiwa, Kab/Kodya Bogor 28.788 jiwa, Kabupaten Cianjur 2.395 jiwa, dan di Kodya Depok ada 18.473 jiwa. Sehingga total jumlah orang Katoliknya hanya 61.414 jiwa.
Bagian Utara merupakan daerah dataran rendah yang rata dengan sedikit pegunungan, sedangkan di bagian Selatan merupakan daerah pegunungan yang berbukit-bukit. Pada peta wilayah gereja katolik di Indonesia, Keuskupan ini bagian Timurnya berbatasan dengan Keuskupan Bandung di Kali Citarum. Sebelah Utara berbatasan dengan Keuskupan Agung Jakarta. Sedangkan bagian Barat dibatasi oleh Selat Sunda dan bagian Selaran oleh Samudera Hindia.

Sebagian wilayah Keuskupan Bogor merupakan bagian dari Megapolitan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) dan merupakan kawasan penyangga yang amat penting artinya bagi Ibukota Jakarta. Wilayah-wilayah Bogor, Cianjur, Sukabumi, Serang dan Pandeglang memberikan kesejukan dan kenya-manan untuk beristirahat atau berekreasi. Bahkan Bogor saat ini merupakan tempat tinggal alternatif bagi sebagian penduduk Jakarta yang berduit. Letak geografis yang dekat dengan Ibukota Negara ini ternyata sangat menguntungkan masyarakat maupun karya pastoral gereja di Keuskupan Bogor. Jalan tol sepanjang 200 km dari Bogor-Jakarta-Merak maupun jalan-jalan negara dan propinsi yang dibangun untuk menghubungkan kota-kota di kawasan utara, sangat membantu mobilitas di segala bidang kehidupan. Namun masih banyak pula daerah-daerah di pedalaman dan di pesisir selatan yang belum terjangkau transportasi yang memadai, bahkan sangat memprihatinkan.

Pusat-pusat paroki dalam wilayah Keuskupan Bogor semua dihubungkan dengan jalur transportasi yang memadai. Mulai dari jalan desa sampai dengan jalan negara telah turut membantu membuka isolasi seluruh wilayah. Sarana transportasi yang juga sangat berperanan mempercepat perkembangan tersebut adalah jalan kereta api, yang dibangun pada akhir abad XIX, yang dapat menghubungkan sentra-sentra pemukiman di Rangkasbitung/Lebak, Serang, Jakarta, Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.

 

Login Form



Login using Facebook

Website Pilihan

Kantor Waligereja Indonesia Mirifica News Keuskupan Bogor [dot] Org Your ad here

Milis KARIRBGR