ja_mageia

Keadaan Sosio Religius PDF Cetak Surel
A r t i k e l - Umum
Ditulis oleh Administrator   
Minggu, 27 April 2008 07:00

KEADAAN SOSIO-RELIGIUS

Umat katolik di Keuskupan Bogor hanya merupakan kawanan kecil di tengah-tengah mayoritas penduduk yang beragama Islam, bertempat tinggal menyebar dalam jumlah yang kecil. Dari data statistik terakhir di atas, dapat kita hitung prosentasenya hanya 0,4% dan itupun umumnya berasal dari suku-suku di luar suku Sunda dan Banten. Penduduk asli yang menjadi katolik hanya sedikit sekali. Di masa-masa yang lampau, pada waktu situasi masih sangat kondusif banyak umat katolik yang betah bertempat tinggal di daerah-daerah pedalaman. Perkebunan-perkebunan di Cianjur Selatan, Sukabumi Selatan dan pedalaman Banten menjadi saksi bisu atas semua peristiwa menawan itu. Kini banyak Anak muda dari daerah-daerah tersebut yang terpaksa pindah ke kota-kota untuk mencari kesempatan berkembang dengan lebih maksimal. Maka tidaklah mengherankan kalau banyak tempat-tempat yang dulu menjadi pusat pelayanan umat, kini sudah tidak ada lagi.

Hubungan antar pemeluk agama yang berbeda umumnya dapat berjalan dengan normal. Kesalah-pahaman kecil kadangkala terjadi juga dalam hubungan antar pemeluk agama di sini. Dalam pola hidup masyarakat pluralistik, apalagi yang berlandaskan Pancasila, semua pihak dituntut untuk melakukan dialog yang intensif atas dasar kesamaan martabat sebagai ‘insan Ilahi’. Sebab, tanpa adanya dialog terbuka antar pemeluk agama yang berbeda, maka yang timbul adalah ketidak-mengertian, yang ujung-ujungnya bermuara pada rasa khawatir dan curiga. Tidak mengherankan kalau dalam dekade-dekade terakhir ini, kecenderungan untuk mempersulit pendirian gereja sangat dirasakan oleh umat di Keuskupan Bogor. Apalagi segelintir oknum dalam masyarakat sering memelintir persoalan beribadah ke isu kristenisasi yang sangat peka.

Sangat patut dihargai pula di sini adalah berbagai upaya para pemuka berbagai agama untuk saling mempererat tali silaturahmi. Memang secara jujur kita akui bahwa hal tersebut masih pada taraf permukaan, belum terlalu mempengaruhi lapisan akar rumput dalam masyarakat agamis di kedua propinsi ini. Dalam lingkup intern kalangan kristen hubungan tersebut dijalin melalui semacam forum komunikasi, yang sering disebut sebagai BKSG (Badan Kerja Sama Gereja-gereja).
Dalam kesempatan sangat terbatas, kontak dengan suku asli Badui, terutama Badui Luar, terus berjalan dengan baik sejak dahulu kala, entah mereka dikunjungi ataupun mereka men-datangi pastoran.

DATA UMAT PER 31 DESEMBER 2001 PAROKI-PAROKI DI KEUSKUPAN BOGOR

 . THNJUMLAH  
NONAMA PAROKIBERDIRIUMAT S/D PASTOR
   AKHIR 2001 
1Katedral Bogor 188913.4234
2Sukabumi 19274.6513
3Cianjur 19311.192
4Rangkasbitung 19332.091
5Cipanas 19481.2052
6Serang 19504.322
7Cicurug 19513551
8Depok Paulus 19604.5172
9Cibadak 19613421
10Sukasari 19635.9283
11Cibinong 19758.193
12Megamendung 19842031
13Kelapa Dua 19915.893
14Cinere 19943.8922
15Depok Timur 19942.5961
16Depok Tengah 20001.5781
17Parung20011.0441
18Depok Jaya *)2002 1
19Paroki Mahasiswa *)   
  . 61.414 

* Data umat yang masih tergabung dalam induk paroki

 

Login Form



Login using Facebook

Website Pilihan

Kantor Waligereja Indonesia Mirifica News Keuskupan Bogor [dot] Org Your ad here

Milis KARIRBGR